Doa memohon kebaikan dunia dan akhirat (QS. Al-Baqarah: 201)

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya:

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Al-Baqarah: 201)

Doa memohon keluarga yang Dirahmati dan Diridloi Allah SWT (QS. An-Naml: 19)

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Artinya:

Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni’mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai. dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh. (QS. An-Naml: 19)

Doa mohon perlindungan dari fithan orang kafir (QS. Al-Mumtahanah: 5)

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Artinya:

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al-Mumtahanah: 5)

Tafsir Jalalayn:

(“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir) maksudnya janganlah Engkau menjadikan mereka menang atas kami, sehingga nanti mereka menduga, bahwa mereka berada dalam jalan yang benar, lalu karena itu mereka terfitnah, yakni akal mereka ditujukan untuk mempengaruhi kami. (Dan ampunilah kami Ya Rabb kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”) Maha Perkasa di dalam kerajaan-Mu lagi Maha Bijaksana perbuatan-Mu.

Doa keluarga dan anak cucu yang beriman (Q.S. Ibrahim:40)

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Transliterasi:

Rabbij ‘alni muqimash shalah wa min dzurriyyati wa taqabbal du’a

Artinya:

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku

Doa keluarga tentram bahagia (Q.S. Al Furqan:74)

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Transliterasi:

Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun waj’alna lilmuttaqina imama

Artinya:

Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa

Doa Nabi Nuh Memohon Ampun dan Rahmat. (QS. Huud: 47)

رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

 

Transliterasi:

Robbi inni audzubika an asalaka maa laisa li bihi ilmun wa illam taghfirli watarhamni akum minal khoosiriin

Artinya:

Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi”.

Keterangan:

Doa ini ducapkan oleh Nabi Nuh AS. Sebelum Ayat ini, yaitu di QS. Huud 45 dan 46, menceritakan bahwa Nabi Nuh menyampaikan kepada Allah SWT. tentang anaknya yang ikut ditenggelamkan dan mempertanyakan bukankah anaknya termasuk keluarganya yang termasuk Dijaga oleh Allah SWT. Kemudian dalam Q.S. Huud 46 Allah SWT. berfirman bahwa anaknya bukan termasuk keluarganya yang beriman yang Diselamatkan dan Allah SWT. juga memperingatkan untuk tidak memohon sesuatu yang tidak diketahui hakikatnya. Kemudian di Q.S. Huud 47 , Nabi Nuh menyampaikan Doa Ini.

Doa Kaum Mukmin Memohon Ampun dan Rahmat (Q.S. Al-Mu’minuun: 109)

رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

Artinya:

‘Ya Rabb kami, kami telah beriman maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat yang paling baik.’

Keterangan:

Doa ini merupakan penggalan dari firman Allah SWT sebagai rangkaian Jawaban yang diberikan kepada orang-orang kafir yang ingin keluar dari api neraka dan kembali ke dunia ini. Dalam ayat sebelum dan sesudahnya diceritakan bahwa Allah SWT mengingatkan kepada orang-orang kafir ini tentang apa yang telah mereka perbuat dahulu termasuk salah satunya yaitu  mengejek sekelompok orang mukmin yang berdoa dengan doa diatas.

Reference:

Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Mu’minuun ayat 108-111